Blog ini pindah ke Maringngerrang.com

Thursday, February 28, 2013

Penelitian: Planet Mars Mungkin Sudah Bisa Dihuni Sekarang


Oleh: Rod Pyle, SPACE.com

Los Angeles - Beberapa peneliti mengungkapkan, meski Mars lebih mungkin ditinggali di masa lalu (karena lebih hangat dan lebih basah), saat ini Planet Merah itu mungkin masih mampu menyokong kehidupan mikroba.

Penelitian yang sedang berlangsung di tempat-tempat mirip Mars antara lain Antartika dan gurun Atacama di Chile menunjukkan, mikroba dapat berkembang di lingkungan dingin dan kering yang ekstrem, demikian dikatakan beberapa peneliti di konferensi “The Present-Day Habitability of Mars” yang diadakan di University of California Los Angeles bulan ini.

Dan tidak semua bagian dari permukaan Planet Merah itu kering saat ini, setidaknya tidak selalu. Bukti yang ada menunjukkan bahwa air dapat mengalir secara musiman pada beberapa wilayah Mars yang berpotensi memberikan surga bagi kehidupan seperti yang kita ketahui.

"Kami tentu tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa Mars layak huni saat ini," kata Alfred McEwen dari University of Arizona, peneliti utama untuk kamera HiRise di pesawat ruang angkasa NASA, Mars Reconnaissance Orbiter.

Apakah ada air permukaan di Mars?
McEwen membahas beberapa pengamatan menarik yang dilakukan oleh HiRISE, yang menyatakan bahwa air asin mungkin mengalir menuruni lereng curam Mars selama musim semi dan musim panas di sana.

Enam belas situs telah diidentifikasi sampai saat ini, sebagian besar berada pada lereng Valles Marineris, ungkap McEwen. Trek tersebut tampaknya terus terulang secara musiman seperti cairan sirup yang mengalir turun di jalur yang digerus cuaca.

Meski air asin dapat berasal dari bawah tanah, Edwin Kite dari Caltech mencatat, ada kecurigaan yang meningkat bahwa proses yang dikenal sebagai “deliquescence”, saat kelembapan yang ada di atmosfer dikumpulkan oleh senyawa di tanah, sehingga memungkinkannya untuk menjadi cairan, bertanggung jawab atas fenomena tersebut.

Para ahli astrobiologi tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai air asin tersebut, karena tidak banyak yang diketahui tentang mereka saat ini.

"Air asin yang ada di Mars mungkin atau mungkin tidak layak huni untuk mikroba, baik dari bumi maupun dari Mars," kata McEwen.

Mikroba yang kuat
Beberapa peneliti menekankan bahwa kehidupan di Mars mungkin mampu bertahan bahkan di tempat-tempat air tidak merembes dan mengalir.

Misalnya, mikroba di Bumi dapat bertahan hidup di Atacama dan lembah-lembah kering Antartika, yang keduanya sangat dingin dan kering, kata Chris McKay dari Ames Research Center NASA  di Moffett Field, California

Beberapa situs di Antartika juga mendapat radiasi ultraviolet kadar tinggi secara musiman, yang diakibatkan oleh sebuah lubang di lapisan ozon yang cenderung mengembang setiap Agustus hingga November. Hal ini juga terjadi terhadap Mars, yang atmosfer tipisnya dan kurangnya medan magnet pelindung membuat planet tersebut lebih banyak terkena radiasi dibanding Bumi.

Di lembah Antartika yang kering, McKay mengatakan, organisme tinggal di dalam batuan, yang cukup dalam untuk bisa terlindungi dari dampak terburuk sinar UV, tapi cukup dekat ke permukaan untuk mendapatkan manfaat dari fotosintesis. Hal serupa mungkin terjadi di Mars saat ini, jika kehidupan pernah berkembang di sana.

McKay juga membahas deliquescence, yang di Atacama memungkinkan garam untuk mengumpulkan cukup air guna mendukung eksistensi kehidupan.

McKay menawarkan beberapa saran untuk wahana penjelajah Curiosity NASA  di Mars, yang mendarat pada Agustus untuk menentukan apakah Mars pernah mendukung kehidupan mikroba: “Hati-hati dengan garam!"

Sebuah potensi sumber energi
Sejumlah presenter menghabiskan waktu berbicara mereka untuk membahas tentang perchlorate, bahan kimia mengandung klorin, yang pernah ditemukan oleh wahana Phoenix NASA di dekat kutub utara Mars pada 2008.

McKay dan peneliti lainnya berpikir bahwa perchlorate mungkin merupakan alasan wahana kembar Viking milik NASA tidak mendeteksi senyawa organik apa pun, materi pembangun kehidupan mengandung karbon seperti yang kita ketahui di Planet Merah pada tahun 1970-an.

Viking menguapkan tanah Mars dan mencari setiap materi organik yang mendidih. Mereka tidak menemukan apa pun kecuali senyawa klorin yang dianggap penyebab kontaminasi. Tapi setelah perchlorate ditemukan oleh Phoenix, McKay dan beberapa peneliti lainnya melakukan sebuah percobaan.

Mereka menambahkan perchlorate ke sejumlah debu gurun dari Chile yang diketahui mengandung organik. Mereka memanaskan tanah dan menemukan senyawa klorin yang sama seperti yang ditemukan Viking, yang menunjukkan bahwa materi organik mungkin telah ada dalam sampel Viking namun terpecah akibat kombinasi panas dan perchlorate.

Meskipun cerita pendukung ini menarik, perchlorate juga relevan dengan kemungkinan kelayakan huni Mars masa kini.

"Perchlorate, ternyata, adalah sumber energi chemoautotrophic yang potensial," kata Carol Stoker, yang juga berasal dari NASA Ames, mencatat bahwa bahan kimia tersebut berpotensi mempertahankan mikroba di bawah permukaan Mars yang gelap, saat fotosintesis bukanlah suatu pilihan.

Dan beberapa mikroba bumi menggunakan perchlorate untuk makanan, sehingga hal tersebut juga bisa terjadi di Mars, seperti yang ditemukan para peneliti.

“The Present-Day Habitibility of Mars” digelar pada 4-5 Februari dan diprakarsai oleh institut NASA Astrobiology dan UK Centre for Astrobiology.

Sunday, February 24, 2013

Di Rusia, Tikus Dilatih Jadi Intel


TEMPO.CO, Moskow - Intelijen militer Rusia kini tengah menguji mata-mata baru, Agen Squek. Berbulu putih, agen ini bukanlah seorang manusia atau anjing, hewan yang biasa menjadi pelacak jejak. Agen baru ini merupakan binatang pengerat alias tikus.

Meski berukuran mini, tikus dipercaya berpotensi unggul dalam mendeteksi bahan peledak, amunisi, serta mengendus jejak manusia. Mirip seperti anjing. "Untuk operasi bawah tanah, tikus adalah agen yang sangat lihai," kata pakar Rusia, seperti yang dilansir Mail Online, Selasa, 19 Februari 2013.

Bahkan, sumber di Moskow menyatakan, pihak militer Israel telah memakai tikus untuk menghadang kejahatan terorisme. Bila berhasil melewati serangkaian tes menuju lokasi rahasia, agen tikus ini bisa menjadi anggota dinas rahasia Rusia. "Mereka akan dijuluki honeytraps, bukan mousetraps," kata surat kabar Izvestia.

Kata spesialis teknis dan pusat keamanan EVRAAS di Moskow, Anton Venediktov, tikus dapat belajar mendeteksi bau zat tertentu. Bila mengendus bebauan itu, si tikus akan berlari ke dalam kandang. Kemudian membuat pose tertentu. "Tikus dapat dilatih memberikan sinyal soal bau senjata, bahan peledak, obat-obatan, serta tubuh manusia," kata Venediktov.

Kenapa Rusia memilih tikus sebagai agen intelijen? Kata Venediktov, binatang pengerat ini memiliki sistem saraf pusat yang cukup sederhana dibandingkan hewan lain. Artinya, tikus tidak begitu rentan akan perubahan hati atau stres emosional. Membuat perilaku mereka jauh lebih stabil.

"Mereka dapat bergaya seperti agen 007," kata Venediktov. "Bahkan, agen tikus mampu melakukan 150 tugas, dalam sebulan, dengan waktu 6-8 jam dalam tiap sif-nya."

Tukang Semir Sepatu Ini Sumbang Duit Rp 2 Miliar


TEMPO.CO, Pittsburgh –  Seorang penyemir sepatu di Pittsburgh menyumbang sebuah rumah sakit anak  dengan uang tip yang disimpannya selama 30 tahun. Total jumlahnya mencapai lebih dari US$ 200 ribu atau sekitar Rp 2 miliar.

Albert Lexie, sang dermawan, telah menyemir sepatu di depan Rumah Sakit Anak Pittsburgh sejak tahun 1980. Upahnya sebesar US$ 5. Para pelanggan kadang-kadang memberi tambahan satu-dua dolar. Tip terbesarnya diterima dari seorang dokter sebesar US$ 50 di Hari Natal.

Menurut siaran televise WTAE-TV, Lexie memberikan semua uang tipnya kepada anak-anak yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Dr Joseph Carcillo dari RS Pittsburgh mengatakan Lexie mendonasikan uangnya kepada Dana Perawatan Gratis, yang membantu  kalangan tidak mampu yang dirawat di rumah sakit tersebut. Lexie telah menjadi penyemir sepatu sejak tahun 1950-an. Dia mengatakan b bahwa “menjadi pahlawan itu menyenangkan.”

Cina Akui Adanya 'Desa Kanker' Akibat Polusi


TEMPO.CO, Beijing - Kementerian lingkungan Cina akhirnya mengakui keberadaan apa yang disebut sebagai "desa kanker" setelah bertahun-tahun spekulasi publik tentang dampak polusi di daerah-daerah tertentu. Selama beberapa tahun ini, kasus kanker di beberapa desa dekat pabrik dan perairan yang tercemar telah meningkat tajam.
Namun laporan Kementerian Lingkungan Hidup Cina tidak secara eksplisit mengurai "desa kanker". Istilah ini tidak memiliki definisi teknis dan laporan kementerian tidak merinci hal itu.
Laporan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup berjudul "Penjaga terhadap risiko dan kontrol akibat bahan kimia terhadap lingkungan selama periode Lima Tahun ke-12 (2011-2015)". Laporan ini menyebut banyak bahan kimia berbahaya dilarang di banyak negara maju masih ditemukan di Cina. "Bahan kimia beracun telah menyebabkan keadaan darurat lingkungan yang terkait dengan air dan polusi udara," kata laporan ini.
Laporan ini mengakui bahwa bahan kimia tersebut menimbulkan risiko jangka panjang untuk kesehatan manusia, membuat dampak langsung pada apa yang disebut sebagai "desa kanker". "Bahkan ada beberapa kasus serius desa kanker muncul di masing-masing wilayah," kata laporan itu.
Liputan media dari apa yang disebut "desa kanker" telah tersebar luas. Pada tahun 2009, seorang wartawan Cina menerbitkan peta yang mengidentifikasi puluhan desa yang tampaknya terpengaruh oleh polusi yang berat.
Pada tahun 2007 BBC mengunjungi dusun kecil Shangba di Cina selatan di mana salah satu ilmuwan yang mempelajari penyebab dan efek dari polusi di desa. Dia menemukan tingkat tinggi dari logam berat beracun dalam air dan percaya ada hubungan langsung antara insiden kanker dan pertambangan di daerah.
Pengacara lingkungan, Wang Canfa, yang mengelola lembaga advokasi lingkungan di Beijing, mengatakan ini adalah pertama kalinya frase "desa kanker" muncul dalam dokumen kementerian. Ia berharap ada tindak lanjut setelah ini.
Bulan lalu Beijing dan beberapa kota lain diselimuti kabut asap akibat polusi yang dianggap berbahaya oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Polusi telah memicu kemarahan publik selama bertahun-tahun namun tak ada aksi nyata pemerintah menanggulanginya.

Sumber : Yahoo! News

TEMPO.CO, California - Google meluncurkan Chromebook terbarunya, Pixel


TEMPO.CO, California - Google meluncurkan Chromebook terbarunya, Pixel, di sebuah acara pers di San Francisco, California, Kamis. Pixel dilengkapi layar kaca, layar resolusi tinggi, dan dihargai US$ 1.000.
Ini adalah upaya terbaru Google untuk membuat Chrome lepas landas. "Pixel menaikkan level Chromebooks dengan hardware baru dan target pengguna serius," kata wakil presiden senior untuk Chrome, Sundar Pichai.
"Kami ingin merancang sesuatu yang sangat high end dan premium bagi pengguna serius, mereka yang sangat, sangat menuntut terhadap laptop mereka," ujar Pichai kepada Bloomberg BusinessWeek.
Pixel memiliki prosesor Intel Core i5 dan penyimpanan internal yang terbatas. Gagasan di balik Chromebooks adalah bahwa konsumen akan menggunakan produk online Google dan bergantung sepenuhnya pada sistem berbasis cloud.
Pada dasarnya, Chromebooks hadir dengan sebuah peramban Web. Tanpa Microsoft Office atau Outlook, pengguna Chromebook akan menggunakan Google Docs dan Gmail.
Tingginya harga Pixel juga karena spesifikasi di luar prosesor. Pixel memiliki 4,3 juta piksel - lebih dari dua kali lipat piksel pada TV HD 1080p.
Pichai mengatakan hal itu akan menyebabkan konsumen tidak akan beralih ke layar lain. "Layar 12,85 incinya memiliki rasio 3:2 (agak tinggi untuk laptop) dan itu terbuat dari kaca," ujarnya.
Bagi mereka yang khawatir tidak akan bisa membuka dokumen Word lagi, Google berencana untuk menyediakan versi baru dari Quickoffice. Google membeli Quickoffice tahun lalu untuk memastikan file Google kompatibel dengan Microsoft Office.
Pixel juga dilengkapi dengan casing aluminium, tiga mikrofon, sekrup tersembunyi dan ventilasi. Google memberikan setiap pengguna Pixel ruang gratis 1TB untuk tiga tahun pertama.
Meskipun demikian, Pixel juga mendapat banyak kritik. "Pixel terlalu mahal," kata Sam Biddle dari Gizmodo. Sementara kontributor Forbes, Daniel Nye Griffiths, mengatakan," Karena Pixel ditujukan untuk pengembang, tidak ada alasan untuk membelinya."

Sumber: Yahoo! News

Saturday, February 23, 2013

Planet Terkecil Ditemukan di Luar Tata Surya Kita


Oleh Irene Klotz | Reuters

Cape Canaveral, Florida (Reuters) – Para astronom telah menemukan sebuah planet kecil di luar tata surya kita yang merupakan planet terkecil dibandingkan lebih dari 800 planet di luar tata surya yang pernah ditemukan, ujar para ilmuwan pada Rabu.

Planet tersebut, yang dikenal sebagai Kepler 37-b, adalah salah satu dari tiga planet yang mengitari sebuah bintang kuning mirip matahari yang terletak di rasi Lyra, berjarak sekitar 210 tahun cahaya. Satu tahun cahaya setara dengan sekitar 10 triliun kilometer.

“Kami melihat planet yang sangat besar dan tidak biasa. Planet seukuran bumi dianggap cukup umum, jadi dugaan kami adalah bahwa planet kecil merupakan sesuatu yang lebih lumrah,” ujar Thomas Barclay, dengan  Ames Research Center NASA di Mountain View, California.

Semakin kecil sebuah planet, semakin sulit untuk ditemukan. Kepler-37b, serta dua planet saudaranya, ditemukan dengan teleskop ruang angkasa NASA dengan nama yang sama, yang mempelajari cahaya dari sekitar 150 ribu bintang yang menyerupai matahari.

Teleskop Kepler bekerja dengan mendeteksi sejumlah kecil cahaya yang berasal dari bintang-bintang target yang disebabkan oleh planet yang mengorbit yang lewat, atau transit, relatif sejajar dengan pandangan observatorium. Semakin kecil sebuah planet, semakin sedikit berkas cahaya yang ada.

Dari 833 planet yang dikonfirmasi telah ditemukan di luar tata surya, 114 ditemukan oleh tim sains Kepler, demikian menurut situs proyek tersebut. Hampir lebih dari 3.000 kandidat planet Kepler sedang dianalisis.

Planet-planet tersebut terletak di “zona layak huni” di sekitar bintang pembawanya, yang permukaannya terdapat air, merupakan sesuatu yang menarik perhatian. Air diyakini wajib diperlukan untuk kehidupan.

Sebuah planet yang terletak di sekitar tempat bumi mengorbit matahari membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi bintang induknya. Setidaknya dua, dan atau tiga atau lebih, orbit diperlukan untuk mengonfirmasi bahwa sebuah lintasan yang terlihat oleh teleskop Kepler adalah memang sebuah planet dan bukanlah sebuah cahaya bintang atau fenomena lainnya.

Kepler-37 terbang sekitar 10 kali lebih dekat ke bintangnya dibandingkan dengan jarak bumi mengelilingi matahari, yang menyebabkan suhu permukaan sebesar sekitar 427 Celsius.

“Benda yang satu ini sama sekali tidak layak huni,” kata astronom University of Florida, Eric Ford.
Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari di sistem tata surya kita, jadi para ilmuwan membandingkan Kepler-37b dengan Merkurius mini.

Planet kecil ini, yang sedikit lebih besar dari bulan, memiliki dua saudara dengan ukuran agak lebih besar. Kepler-3c, yang sedikit lebih kecil daripada Venus, mengelilingi induk tiga bintang tersebut dalam 21 hari dan Kepler-37d, sekitar dua kali ukuran bumi, mengorbit selama 40 hari.

Keseluruhan sistem tersebut akan muat dalam orbit Merkurius, yang mengelilingi matahari selama 88 hari.

“Ketika kami pertama kali menemukan planet luar ini, mereka semua jauh lebih besar daripada apa pun yang kita miliki di dalam tata surya kita. Kami belum pernah menemukan yang lebih kecil. Ini adalah kali pertama kami mampu menyelidiki benda dengan ukuran terkecil, lebih kecil daripada apa pun yang kita miliki di tata surya kita,” kata Thomas.

Penelitian ini diterbitkan di jurnal “Nature” pekan ini.

Sumber : Yahoo! News